Artikel Lainnya

Keselarasan Gerak Tarian Seribu Tangan

Apr 06, 2018

Tarian Seribu Tangan atau dalam Bahasa mandarin disebut Qian Shou Guan Yin dulu dikenal sebagai tarian yang disuguhkan untuk hiburan kaisar. Kini, tarian tersebut bisa dinikmati oleh siapa saja terutama saat hari-hari besar masyarakat Tionghoa. Tarian ini juga sempat dihadirkan diatas panggung Pasar Taon Baroe 2018 di Kota Kasablanka, Jakarta (15/2).


Tarian ini mengimplementasikan sebuah keindahan dalam kehidupan. Karena terlahir pada zaman kerjaan Tiongkok, membuat alunan musik yang menyertainya lebih terdengar “kasar”, berwibawa, dan menggelegar. Setiap gerakan mengandung arti, seperti kekompakan, keharmonisan, keselarasan, serta kesakralan.

 

Dalam Tarian Seribu Tangan ada cerita yang terselip tentang Bodhisatwa Guan Yin, atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Dewi Kwan In. Guan Yin memiliki seribu tangan yang menandakan kemampuannya menolong orang-orang yang membutuhkan. Tiap tangannya dilengkapi dengan mata yang membuatnya mampu mengawasi dunia.

Bukan perkara mudah membawakan tarian ini. Butuh koordinasi yang baik antara satu penari dengan penari yang lainnya. Ketepatan para pemain membentuk posisi lengan dan tangan serta berdiri di belakang satu sama lain dalam kolom yang sempurna menjadi tantangannya. Jika satu penari kehilangan konsentrasi akan mengganggu konsentrasi penari yang lain. (TR/Aspertina)

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.